Gi.com, Muaro Jambi - Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Muaro Jambi mengakui penerimaan zakat setiap tahunnya jauh dari harapan bila dibandingkan dengan potensi yang ada.
Ketua Baznas Muaro Jambi Kasmadi kepada awak media mengatakan hingga bulan Juni 2022 ini, pendapatan zakat yang bersumber dari ASN Muaro Jambi hanya sekitar Rp 700 juta.
Dikatakannya, rendahnya pendapatan ini dikarenakan lemahnya partisipasi ASN Muaro Jambi untuk membayar Zakat. "Sekarang baru sekitar 60 persen ASN yang bayar zakat," kata Kasmadi, Selasa (14/6).
Kasmadi juga mengakui, 90 persen pendapatan Baznas Muaro Jambi bersumber dari ASN Muaro Jambi, selebihnya didapat dari wakaf dan infaq perorangan. Sementara itu, dari pihak perusahaan hingga hari ini belum ada yang membayarkan zakatnya karena pihak Baznas belum melakukan sosialisasi.
Kasmadi juga menyebutkan kesadaran ASN di Kabupaten Muara Jambi terhadap zakat masih sangat lemah bila dibandingkan dengan kabupaten lain yang pendapatan zakatnya mencapai belasan miliar pertahun. Padahal saat ini perda dan perbub yang mengatur tentang zakat ini sudah diatur.
Untuk meningkatkan pendapatan ini, pihaknya juga sudah melakukan Mou dengan pemerintah untuk memotong gaji ASN untuk berzakat. Namun hingga kini belum ada efek dari Mou itu. "Intinya kesadaran masih rendah," imbuhnya.
Ia juga menyebutkan pendapatan Baznas Kabupaten Muaro Jambi pertahunnya hanya Rp 1,5 miliar pertahun. "Sejak berdiri 6 tahun lalu, setiap tahun hanya mencapai Rp 1,5 miliar pertahunnya. (Jar)






Social Header