Dua Desa DAS di Jaluko Rawan Abrasi.

 


Gerbanginformasi.com, Muaro Jambi - Akibat ancaman abrasi Sungai Batanghari membuat warga di dua desa yang ada dibantaran sungai batanghari di Kecamatan Jambi Luar Kota merasa was was. Hal ini dirasakan oleh warga Desa Senaung dan Desa Penyengat Olak.

Ahmad Rifin warga penyengat olak mengaku abrasi sungai batanghari telah terjadi sejak 2014 lalu. Akibatnya rumah tempat tinggal warga sudah sangat dekat dengan pinggiran Sungai batanghari.

Setiap terjadi hujan lebat dan angin yang datang secara tiba tiba ditambah luapan Sungai batanghari setiap tahunnya merendam pemukiman padat penduduk di wilayah tersebut, sehingga warga menjadi khawatir.

Hal senada juga dikatakan oleh Sutini, mayoritas warga yang tinggal di bantaran Sungai Batanghari mengharapkan agar pemerintah serius untuk membantu warga setempat untuk membuat bangunan turab penahan tebing di sepanjang lokasi rawan abrasi.

"Tolonglah pak bantulah bangunkan turap di Desa kami ni. Kalau dibiarkan nanti sampai ke rumah kami," harap Sutini.

Terpisah Ketua RT 02 Desa Senaung Fauzan mengatakan di Desa senaung rawan abrasi terjadi di Empat RT yakni RT 01, 02 dan RT 04 dan RT 06.

"Kalau di dua RT ni sudah terlalu dekat dengan tebing Sungai. Kalau dibiarkan bisa mengancam keselamatan warga,"sebutnya.

Kepala Desa Senaung, Bustami mengatakan, abrasi ini juga menyebabkan puluhan rumah lainnya yang berada di bantaran sungai batanghari di Desa Senaung terancam longsor.

 "Sekitar 20 rumah warga yang berada di pinggir Sungai Batanghari ini terancam longsor,"kata Bustami.

Harapan masyarakat, telah mereka sampaikan setiap melaksanakan musrenbang ditingkat Kecamatan agar mendapatkan bantuan pembangunan turap.

Menurutnya masalah longsor di Desa Senaung ini, merupakan problem klasik yang dihadapi masyarakat yang ada di pinggir sungai Batanghari. 

"Kami pemerintah Desa Senaung juga berharap, agar pihak pemerintah Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi hingga pemerintah pusat dapat segera melakukan upaya membangun bronjong atau turap, supaya abrasi yang menyebabkan longsor dibibir sungai Batanghari ini dapat dihindari,"tutupnya

Sementara itu Kepala BPBD Kabupaten Muaro Jambi Alias SH MH pihaknya telah melakukan pendataan ulang terhadap beberapa titik lokasi rawan abrasi.

"Untuk warga yang ada di bantaran Sungai batanghari agar selalu waspada," sebutnya.

Warga di sekitar bantaran Sungai batanghari berharap agar pemerintah cepat tanggap atas kondisi yang suatu saat bisa saja mengancam keselamatan warga. (Jun)