Empat Hari Mengungsi, Korban Banjir di Desa Nyogan Kesulitan Air Bersih dan Makanan.


GERBANGINFORMASI.COM, MUARO JAMBI -  Warga terdampak banjir di Desa Nyogan Kecamatan Mestong Kabupaten Muaro Jambi masih bertahan di tenda darurat pengungsian yang mereka dirikan ditengah jalan.

Beratapkan terpal biru dan beralaskan tikar plastik, warga beristirahat, makan dan minum seadanya, sembari menunggu banjir yang menggenangi rumah mereka surut.

Selain mendirikan tenda di jalan, sejumlah warga terdampak banjir juga ada yang mengungsi di musola dan rumah kerabat.

Banjir yang merendam permukiman warga di RT 02 dan RT 15 Desa Nyogan Kecamatan Mestong Kabupaten Muaro Jambi sudah berlangsung 4 hari.


Ketinggian banjir di beberapa titik berbeda-beda. Di titik yang terparah, ketinggian bajir mencapai hingga ketinggian 4 meter, sehingga memaksa warga untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.

"Rumah kami tenggelam pak, air nya lebih dari 4 meter, sudah 4 hari. Dari hari Sabtu, Minggu, Senin dan Selasa. Makanya seadanya, kami tidur dan mengungsi di jalan,"kata Warga Desa Nyogan, Sarinah kepada media ini, Selasa (08/11/22).

Sarinah menjelaskan, akibat banjir, sebagian bangunan rumahnya yang berkonstruksi kayu dan berpanggung mengalami kerusakan.

"Iya sebagian ada yang rusak. Harapannya semoga banjir segera surut," jelas Sarinah.


Sebagian barang berharga milik warga, seperti peralatan elektronik ada yang berhasil diselamatkan dan diletakkan ke tempat yang lebih tinggi, namun ada juga yang terlanjur rusak lantaran terendam banjir. 

Akibat musibah banjir ini, tidak sedikit masyarakat Desa Nyogan yang terisolasi, hal tersebut lantaran jalan-jalan terendam banjir dan sulit untuk diakses kendaraan.

"Tengok deweklah keadaan kami ni pak," tutur Ketua RT 02 Desa Nyogan M. Yani.

Sebagian warga yang terdampak banjir saat ini mulai mengeluh, karna keterbatasan bahan pokok makanan dan krisis air bersih.

Sejak dilanda musibah banjir, perekonomian masyarakat menjadi terganggu. Masyarakat yang biasanya bekerja sebagai buruh panen sawit, penyadap karet dan nelayan sungai kita tak bisa lagi beraktivitas.

"Harapannya ya semoga cepat surut. Karna anak sekolah nya jauh, mau keluar jauh. Mau naik perahu ketek harga nya mahal, sekali lewat Rp. 30 ribu. Gak bisa mencari nafkah,"ungkap Warga Desa Nyogan, Marina.

Saat ini bantuan bahan pangan dan pakaian sangat diharapkan oleh masyarakat terdampak banjir di Desa Nyogan.

"Kami udah 4 hari kena banjir. Harapan kami sebagai masyarakat ya mohon bantuannya kepada pemerintah. Seperti bahan makanan, air bersih dan pakaian pak. Kalau stok makanan ya lihatlah pak, keadaan nya kayak gini, kerjo dak biso gara-gara banjir ini kan,"tutur Ira, warga Desa Nyogan lainnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi melalui dinas terkait telah menyalurkan bantuan makanan dan matras kepada 113 kepala keluarga korban banjir di Desa Nyogan pada Senin (07/11/22). Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh pemerintah desa setempat.

Namun bantuan bahan pokok ini masih belum mencukupi, lantaran setelah dilakukan pendataan ulang, korban banjir di Desa Nyogan kembali bertambah sebanyak 38 kepala keluarga, sehingga total keseluruhan ada 151 kepala keluarga yang terdampak banjir.

"Bertambah pak. Pada hari Minggu kemarin didata oleh pihak Desa ada 113 kepala keluarga yang terdampak. Akan tetapi mengingat tingginya curah hujan dan aliran air dari hulu ke Desa Nyogan, banjir bertambah dalam. Setelah di data kembali, bertambah menjadi 151 Kepala keluarga,"ungkap Babinkantibmas Desa Nyogan, Bripka Ijhon saat berada di tenda pengungsian korban banjir di Desa Nyogan.

Sebelumnya, banjir di wilayah Desa Nyogan, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi mulai terlihat parah sejak Minggu (06/11/22).

Banjir pun bertambah pada keesokan harinya, tepatnya di hari Senin (07/11/22). Banjir terjadi akibat tingginya intensitas hujan yang melanda wilayah Desa Nyogan sejak beberapa hari terakhir, ditambah lagi kiriman air dari daerah hulu Sungai Nyogan. (Jun)