Breaking News

Harga Cabai Mahal, Petani di Muaro Jambi Menangis Buang Panen Busuk

GERBANGINFORMASI.COM, MUARO JAMBI – Di saat harga cabai melambung hingga Rp50 ribu per kilogram, Nurhadi justru harus menahan kecewa. Petani cabai asal Desa Bukit Baling, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi ini terpaksa membuang sebagian hasil panennya karena buah cabai membusuk diserang hama jamur.

Musim hujan yang berkepanjangan menjadi penyebab utama. Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur lahan cabai hampir setiap hari, membuat tanaman lembab dan rentan terserang jamur. Buah cabai yang seharusnya bernilai tinggi justru tak layak jual.

Setiap tiga hari sekali, Nurhadi dan petani lainnya memetik cabai di kebun. Namun, kegembiraan panen tak sepenuhnya dirasakan. Banyak buah cabai yang harus disisihkan, bahkan dibuang, karena sudah membusuk sebelum sempat dibawa ke pasar.

“Kalau yang kena jamur tidak dibuang, nanti menular ke cabai yang lain. Bisa habis semua,” kata Nurhadi lirih.

Padahal, dengan harga cabai yang sedang tinggi, petani berharap bisa menutup biaya perawatan dan mendapatkan keuntungan lebih. Kenyataannya, serangan hama jamur membuat harapan itu pupus. Hasil panen berkurang, sementara biaya perawatan terus berjalan.

Sebagai upaya bertahan, petani hanya bisa melakukan penyemprotan dengan air bersih setelah hujan turun. Cara sederhana itu dilakukan untuk menekan perkembangan jamur, meski hasilnya belum sepenuhnya efektif.

Di tengah tingginya harga cabai di pasaran, para petani di Muaro Jambi justru masih bergelut dengan kerugian. Mereka berharap cuaca segera membaik dan ada perhatian lebih agar jerih payah petani tak terus terbuang bersama cabai yang membusuk. (Jun)

© Copyright 2024 - Gerbanginformasi.com