Dalam pertemuan tersebut, ribuan usulan disampaikan warga. Aspirasi itu mencakup perbaikan infrastruktur jalan, peningkatan fasilitas pendidikan, dukungan terhadap rumah ibadah, hingga bantuan sektor pertanian.
Data yang dihimpun warga menunjukkan, pada 2025 di wilayah Kumpeh Ilir hanya tiga paket proyek pembangunan yang terealisasi. Sementara itu, ratusan usulan lainnya belum mendapat tindak lanjut.
“Kami ingin aspirasi masyarakat benar-benar segera terealisasi. Reses bukan formalitas, tetapi tanggung jawab untuk memastikan kebutuhan warga dipenuhi,” kata Usman.
Kondisi jalan rusak menjadi keluhan utama. Warga menilai kerusakan jalan tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga berdampak langsung pada aktivitas ekonomi dan akses pendidikan.
Selain itu, masyarakat meminta penambahan lampu penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah titik rawan. Minimnya penerangan dinilai meningkatkan risiko kecelakaan dan tindak kriminal pada malam hari.
Di sektor pendidikan, warga berharap adanya perbaikan sarana dan prasarana sekolah, terutama di wilayah pedesaan yang dinilai masih tertinggal.
Mayoritas warga Kumpeh dan Kumpeh Ulu menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Karena itu, bantuan alat dan sarana produksi pertanian menjadi salah satu usulan prioritas.
Menurut warga, dukungan pemerintah daerah dalam bentuk alat pertanian, bibit unggul, maupun perbaikan irigasi akan berdampak langsung pada peningkatan hasil panen dan kesejahteraan petani.
Usman menekankan pentingnya koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar setiap aspirasi yang telah dihimpun tidak berhenti pada tahap pembahasan.
Ia menyatakan, DPRD Dapil II Muaro Jambi akan mengawal usulan masyarakat agar masuk dalam skala prioritas pada pembahasan anggaran tahun mendatang.
“Pembangunan harus dirasakan semua lapisan masyarakat, tanpa terkecuali. Itu komitmen kami,” ujar dia. (Jun)
Social Header