Breaking News

Air Mata Halil Aziz Pecah Saat Menerima Donasi Dari Karang Taruna dan Pemerintah Desa Adipura Kencana

GERBANGINFORMASI.COM, MUARO JAMBI - Siang itu, suasana di rumah sederhana milik orang tua Halil Aziz di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Bahar Selatan, dipenuhi haru. Mata pria itu berkaca-kaca ketika satu per satu bantuan diserahkan kepadanya. Tangannya menggenggam erat amplop berisi donasi, sementara rasa syukur tak mampu lagi disembunyikan.

Beberapa pekan lalu, Halil kehilangan banyak hal dalam hidupnya. Rumah yang menjadi tempat berlindung bersama keluarga hangus dilalap api. Dalam hitungan jam, tempat tinggal yang dibangun dengan susah payah berubah menjadi puing-puing.

Namun di tengah kesedihan itu, ia menemukan sesuatu yang tak kalah berharga: kepedulian sesama.

Senin (15/6/2026), Karang Taruna dan Pemerintah Desa Adipura Kencana datang membawa harapan baru. Mereka menyerahkan bantuan berupa pakaian baru dan donasi uang tunai sebesar Rp 14 juta yang dihimpun dari warga desa.

Saat bantuan diserahkan langsung oleh Kepala Desa Adipura Kencana, H. Muhammad Basori, bersama Ketua Karang Taruna Sholikin, suasana mendadak hening. Halil tak kuasa membendung air mata.

"Alhamdulillah, saya sangat terharu dan tidak menyangka akan mendapat perhatian sebesar ini. Saat saya kehilangan tempat tinggal karena kebakaran, ternyata masih banyak saudara yang peduli," ujar Halil dengan suara bergetar.

Bagi Halil, bantuan tersebut bukan sekadar angka. Donasi itu menjadi simbol bahwa dirinya tidak menghadapi musibah seorang diri.

"Uang ini sangat berarti untuk membangun kembali rumah dan menjadi modal untuk memulai usaha lagi. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Adipura Kencana. Semoga Allah membalas semua kebaikan ini," katanya.

Di balik bantuan yang terkumpul, ada semangat gotong royong yang masih hidup kuat di tengah masyarakat.

Ketua Karang Taruna Adipura Kencana, Sholikin, mengatakan penggalangan dana dilakukan secara spontan setelah para pemuda desa mendengar kabar kebakaran yang menimpa Halil.

Mereka bergerak dari rumah ke rumah, mengetuk pintu warga dan mengajak masyarakat ikut membantu. Respons yang diterima di luar dugaan. Dalam waktu singkat, bantuan terkumpul hingga mencapai Rp 14 juta.

"Musibah bisa menimpa siapa saja. Kami merasa tidak boleh tinggal diam ketika ada saudara yang sedang mengalami kesulitan. Ini bukan soal besar atau kecilnya bantuan, tetapi bagaimana kita hadir saat orang lain membutuhkan," ujar Sholikin.

Kepala Desa Adipura Kencana, H. Muhammad Basori, menegaskan bahwa kepedulian sosial harus terus dijaga sebagai kekuatan masyarakat desa.

Menurut dia, hubungan antara Desa Adipura Kencana dan Desa Tanjung Sari bukan sekadar bertetangga. Ada ikatan kekeluargaan yang telah terjalin lama. Terlebih, istri Halil Aziz merupakan warga asli Desa Adipura Kencana.

"Kami membantu semampu yang kami bisa. Ke depan, pemerintah desa juga siap memfasilitasi apabila ada program bantuan rumah layak huni yang dapat diakses oleh keluarga Pak Halil," katanya.

Bagi warga Bahar Selatan, kisah ini menjadi pengingat bahwa di tengah berbagai kesulitan hidup, nilai gotong royong masih tumbuh subur. Ketika satu keluarga tertimpa musibah, keluarga lain datang mengulurkan tangan.

Di halaman rumah yang kini menjadi saksi kesedihan sekaligus harapan, Halil Aziz berdiri menerima bantuan dari warga. Rumahnya memang telah terbakar, tetapi semangat untuk bangkit kembali justru menyala dari kepedulian banyak orang.

Di tengah abu sisa kebakaran, solidaritas telah menumbuhkan harapan baru. (*)

© Copyright 2024 - Gerbanginformasi.com