GERBANGINFORMASI.COM, MUARO JAMBI – Menghadapi puncak musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi menggelar Apel Siaga Bencana Karhutla Tahun 2026 di Lapangan Pendopo Bukit Cinto Kenang, Rabu (22/7/2026). Apel dipimpin Wakil Bupati Muaro Jambi, Junaidi Mahir, dan dihadiri Kapolres Muaro Jambi AKBP Bayu Noormansyah, S.H., S.I.K., M.H., bersama jajaran Forkopimda, TNI, Polri, BPBD, Basarnas, BMKG, Kejaksaan, OPD, camat, dunia usaha, hingga relawan kebencanaan.
Apel siaga tersebut menjadi momentum memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman karhutla yang hampir setiap tahun terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Muaro Jambi saat musim kemarau.
Dalam amanatnya, Wakil Bupati Junaidi Mahir menegaskan bahwa Muaro Jambi masih termasuk daerah dengan tingkat kerawanan karhutla yang cukup tinggi. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan diminta meningkatkan langkah pencegahan melalui patroli rutin, edukasi kepada masyarakat, penguatan kesiapan personel, serta memastikan seluruh sarana dan prasarana penanggulangan bencana dalam kondisi siap digunakan.
Data yang dipaparkan menunjukkan, sepanjang Januari hingga Juli 2026 telah terjadi 10 kejadian karhutla dengan luas lahan terdampak sekitar 10,95 hektare, yang tersebar di Kecamatan Jambi Luar Kota, Sekernan, Kumpeh, dan Mestong. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk memperkuat sistem deteksi dini dan respons cepat terhadap titik api.
Kapolres Muaro Jambi AKBP Bayu Noormansyah menegaskan, Polres Muaro Jambi siap mendukung penuh upaya pencegahan melalui patroli terpadu, sosialisasi kepada masyarakat, deteksi dini hotspot, hingga penegakan hukum secara profesional terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.
"Penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, TNI, Polri, instansi terkait, dunia usaha, dan masyarakat. Keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama," tegas Bayu.
Usai apel, seluruh unsur mengikuti pemeriksaan kesiapan personel dan peralatan penanggulangan karhutla. Berbagai perlengkapan operasional, mulai dari kendaraan, mesin pemadam, hingga peralatan pendukung lainnya diperiksa guna memastikan seluruh sumber daya siap digerakkan sewaktu-waktu apabila terjadi kebakaran.
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan Komitmen Bersama Penanggulangan Bencana Karhutla Tahun 2026 sebagai simbol keseriusan seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga Muaro Jambi dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. (*)



Social Header