GERBANGINFORMASI.COM, MUARO JAMBI – Setelah bertahun-tahun menjadi mitra penyedia konsumsi untuk berbagai kegiatan DPRD Muaro Jambi, Uda dan Uni Ira mengaku kini harus menghadapi persoalan yang belum pernah mereka alami sebelumnya. Mereka menyebut pembayaran tagihan yang selama ini berjalan lancar sejak 2018 justru tersendat dalam periode kepemimpinan Ketua DPRD Muaro Jambi, Aidi Hatta.
Menurut Uda, kerja sama dengan DPRD telah dimulai sejak 2018 pada masa almarhumah Ibu Sri dan terus berlanjut pada kepemimpinan berikutnya. Selama itu pula, kata dia, pembayaran tidak pernah menjadi persoalan.
"Selama bertahun-tahun kami melayani kebutuhan DPRD. Baru kali ini pembayaran sampai berlarut-larut seperti sekarang," ujarnya.
Ia mengatakan tunggakan tersebut telah berlangsung lebih dari satu tahun. Akibatnya, modal usaha terus tergerus karena harus lebih dulu menyediakan kebutuhan rapat sebelum pembayaran diterima.
Menurut Uni ira, pihaknya beberapa kali mendatangi Ketua DPRD Aidi Hatta untuk meminta kepastian penyelesaian tagihan. Namun, dari pertemuan tersebut, ia mengaku belum memperoleh solusi yang jelas.
"Saya hanya diminta bersabar karena katanya akan dirapatkan. Sampai sekarang belum ada kepastian kapan dibayar," katanya.
Uda juga mengaku kecewa dengan respons yang diterimanya saat menyampaikan keluhan.
"'Percuma diviralkan, memang kalau diviralkan hutangnya bisa lunas?' ujar Uni Ira menirukan perkataan Ketua DPRD saat menemuinya.
Ia mengatakan persoalan tersebut tidak hanya berdampak terhadap keberlangsungan usaha, tetapi juga kondisi ekonomi keluarganya. Menurutnya, pembayaran yang terus tertunda membuatnya kesulitan memenuhi berbagai kewajiban keuangan, termasuk biaya pendidikan anak dan pengembalian pinjaman kepada pihak lain.
"Saat itu saya harus membayar UKT anak, sementara anak sedang dirawat di rumah sakit. Kami benar-benar kesulitan," katanya.
Selain menyediakan makanan dan minuman untuk kegiatan rapat, Uda mengaku warungnya juga melayani kebutuhan lain, termasuk rokok.
Ia menjelaskan, sistem pembayaran yang berbulan-bulan setelah barang diserahkan membuat keuntungan usaha nyaris tidak ada karena harga barang terus berubah.
"Harga utang dan harga kontan berbeda. Kalau harganya sama dengan kontan kemudian baru dibayar enam bulan kemudian, bagaimana kami bisa mendapat untung?" ujarnya.
Uni ira menegaskan seluruh pengambilan barang di toko nya oleh pihak Sekretariat DPRD sudah dikonfirmasi terlebih dahulu kepada pihak-pihak terkait, termasuk pejabat Sekretariat bernama Herman.
Ia berharap DPRD segera menyelesaikan kewajibannya agar persoalan tersebut tidak terus membebani usaha kecil yang telah menjadi mitra lembaga legislatif selama bertahun-tahun.
Hingga berita ini diterbitkan, Ketua DPRD Jambi Aidi Hatta maupun Sekretariat DPRD belum memberikan tanggapan resmi terkait pengakuan Uda dan Uni Ira mengenai tunggakan pembayaran tersebut. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi untuk memenuhi prinsip keberimbangan. (Jun)



Social Header