P - Medison: Penertiban TPS Ilegal Akan Terus Dilakukan
GERBANGINFORMASI.COM, MUARO JAMBI - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Muaro Jambi, Medison, mengungkapkan keterbatasan kapasitas tempat pembuangan sampah (TPS) dan minimnya armada pengangkut menjadi faktor utama munculnya TPS ilegal di wilayah Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko).
Hal ini mencuat setelah penertiban TPS ilegal di RT 21 Desa Mendalo Darat yang selama ini menjadi titik pembuangan sampah liar oleh masyarakat.
“Di wilayah Jaluko sebenarnya sudah ada TPS3R, baik milik pemerintah maupun swasta. Namun harus diakui, kapasitasnya belum cukup menampung volume sampah yang terus meningkat,” ujar Medison, Jumat 24 April 2026.
Menurut dia, peningkatan timbulan sampah tidak diimbangi dengan ketersediaan infrastruktur yang memadai. Kondisi tersebut mendorong sebagian warga mengambil jalan pintas dengan membuang sampah di lokasi yang tidak semestinya.
“Kita tidak menutup mata, ketika fasilitas kurang, maka potensi munculnya TPS ilegal itu pasti ada,” katanya.
Sebagai langkah perbaikan, DLH Muaro Jambi saat ini tengah menyiapkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Prosesnya masih berada pada tahap peninjauan lokasi yang dinilai strategis untuk menampung sampah dari wilayah sekitar, khususnya Jaluko.
“Dalam waktu dekat kami akan meninjau lahan. Rencananya dibangun TPST agar bisa mengakomodasi timbulan sampah di wilayah ini,” ujarnya.
Namun, Medison menegaskan bahwa pembangunan fasilitas saja tidak akan efektif tanpa dukungan armada pengangkut yang memadai. Saat ini, jumlah armada yang dimiliki DLH Muaro Jambi masih jauh dari kebutuhan ideal.
“Armada kita baru 11 unit, sementara kebutuhan ideal sekitar 33 unit untuk seluruh wilayah. Idealnya, satu kecamatan memiliki minimal tiga armada,” ucapnya.
Keterbatasan tersebut berdampak pada belum meratanya pelayanan pengangkutan sampah. Akibatnya, penumpukan sampah masih kerap terjadi, terutama di kawasan dengan tingkat kepadatan tinggi seperti Jaluko.
Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, Medison memastikan penertiban TPS ilegal akan terus dilakukan sebagai bagian dari penegakan aturan dan upaya menjaga kebersihan lingkungan.
“Penertiban tetap kita lakukan. Tapi di sisi lain, sistem pengelolaan juga terus kita benahi, baik dari sisi fasilitas maupun armada,” katanya. (Jun)

Social Header